Keterangan Gambar : Wali Kota Balikpapan, Dr. H. Rahmad Mas’ud, SE., ME.
BIDIKTIMES.COM, BALIKPAPAN, – Kualitas udara di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, hingga Minggu (25/10/2026) masih berada dalam status siaga. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Balikpapan, terutama terkait kesehatan masyarakat dan keselamatan peserta didik di tengah dampak kebakaran serta cuaca panas yang masih berlangsung.

Wali Kota Balikpapan, Dr. H. Rahmad Mas’ud, SE., ME., mengungkapkan bahwa kondisi kualitas udara yang belum memenuhi standar menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk kembali menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh sekolah di Kota Balikpapan.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya untuk mengurangi risiko paparan udara yang tidak sehat terhadap para siswa. Pemerintah daerah menilai bahwa perlindungan kesehatan anak-anak perlu menjadi perhatian utama, khususnya ketika kondisi lingkungan belum sepenuhnya pulih.
Dalam penjelasannya, Rahmad menyampaikan bahwa kebijakan PJJ kembali diberlakukan setelah pemerintah melihat kondisi kualitas udara di Balikpapan yang masih berada di bawah standar yang diharapkan. Situasi tersebut dikaitkan dengan dampak kebakaran dan musim panas yang berlangsung.
Menurutnya, kondisi lingkungan yang belum kondusif memerlukan langkah antisipasi agar kegiatan pendidikan tetap dapat berlangsung tanpa mengabaikan faktor kesehatan peserta didik.
Rahmad berharap masyarakat dapat memahami dan mendukung kebijakan yang diambil pemerintah kota selama kondisi kualitas udara masih belum membaik.
Ia menegaskan bahwa dukungan masyarakat diperlukan agar langkah antisipasi tersebut dapat berjalan dengan baik. Kebijakan pembelajaran jarak jauh diharapkan menjadi salah satu upaya perlindungan sementara sampai kondisi lingkungan kembali membaik.
Penerapan PJJ juga menjadi tantangan tersendiri bagi pihak sekolah, tenaga pendidik, orang tua, serta para siswa. Selama pembelajaran berlangsung dari rumah, diperlukan kerja sama seluruh pihak agar proses belajar mengajar tetap berjalan secara efektif.
Pihak sekolah diharapkan dapat menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi yang ada, termasuk memastikan materi pelajaran tetap tersampaikan kepada peserta didik meskipun kegiatan belajar tidak dilaksanakan secara langsung di ruang kelas.
Selain meminta dukungan masyarakat, Wali Kota Rahmad Mas’ud juga mengingatkan para orang tua agar turut berperan aktif dalam mendampingi anak-anak selama kebijakan PJJ diberlakukan.
Orang tua diharapkan dapat memantau aktivitas anak selama berada di rumah, membantu mereka mengikuti proses pembelajaran, serta memastikan tugas-tugas sekolah dapat diselesaikan dengan baik.
Pendampingan keluarga dinilai penting agar perubahan metode pembelajaran tidak mengurangi semangat belajar siswa. Orang tua juga diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman dan membantu anak mengikuti arahan dari guru.
Di sisi lain, selama kualitas udara masih dalam kondisi siaga, masyarakat diimbau untuk memperhatikan kondisi lingkungan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan, terutama bagi anak-anak dan kelompok yang rentan terhadap dampak pencemaran udara.
Kondisi kualitas udara yang menurun akibat kebakaran dan cuaca panas memerlukan perhatian bersama. Selain berdampak terhadap aktivitas sehari-hari, paparan udara yang tidak sehat juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, khususnya pada kelompok rentan.
Karena itu, langkah pemerintah dalam menerapkan pembelajaran jarak jauh diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya pemantauan kualitas udara dan penanganan sumber pencemaran.
Masyarakat juga diharapkan terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah mengenai perkembangan kualitas udara serta kebijakan pendidikan selanjutnya.
Pemerintah Kota Balikpapan berharap kondisi udara dapat segera membaik sehingga aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar secara tatap muka, dapat kembali berlangsung normal.(mn)
Tulis Komentar